keadaan masyarakat indonesia pada awal kedatangan islam
Sejarah
briansnpr
Pertanyaan
keadaan masyarakat indonesia pada awal kedatangan islam
1 Jawaban
-
1. Jawaban fitri2249
1) Kehidupan masyarakat Indonesia di masa Islam di bidang politik
Kerajaan bercorak Hindu-Budha sebenarnya telah berkembang jauh sebelum Islam masuk di Indonesia. Namun ketika kerajaan-kerajaan yang bercorak Hindu-Budha itu mengalami keruntuhan, maka peranannya pun mulai digantikan oleh kerajaan-kerajaan yang bercorak Islam, seperti Samudra Pasai, Demak, Malaka, dan lainnya. Dalam sistem pemerintahan yang bercorak Islam, Rajanya bergelar ‘Sultan’ atau ‘Sunan’ seperti halnya para wali. Jika Rajanya meninggal maka tidak akan dimakamkan pada candi tetapi dimakamkan secara Islam.
2) Kehidupan masyarakat Indonesia di masa Islam di bidang sosial
Setelah sebelumnya terdapat aturan kasta yang diterapkan dalam sistem pemerintahan kerajaan Hindu-Budha, maka dalam kebudayaan Islam, tidak ada lagi penerapan aturan kasta dalam kehidupan masyarakatnya. Karena hal ini pula maka Islam mulai memberikan pengaruh yang baik dan berkembang peat menjadi sebuah mayoritas dan menyebabkan aturan kasta perlahan-lahan memudar dalam kehidupan sosial masyarakat.
Nama-nama berbau Arab pun mulai digunakan seperti Muhammad, Abdullah, Umar, Ali, Musa, Ibrahim, Hasan, Hamzah, dan lainnya. Kosakata yang disadur dari bahasa Arab pun mulai banyak digunakan, seperti: rahmat, berkah (barokah), rezeki (rizki), kitab, ibadah, sejarah (syajaratun), majelis (majlis), hikayat, mukadimah, dan masih banyak lagi.
Begitu pula dengan sistem penanggalan. Jika sebelumnya masyarakat Indonesia mengenal penanggalan Saka yang berasal dari kalender Hindu dan mulai digunakan pada tahun 78 M termasuk penggunaan nama-nama pasaran seperti: legi, pahing, pon, wage, dan kliwon, maka setelah Islam berkembang, Sultan Agung dari Mataram pun menciptakan kalender Jawa dengan menggunakan perhitungan peredaran bulan (komariah) seperti tahun Hijriah.
3) Kehidupan masyarakat Indonesia di masa Islam di bidang pendidikan
Pendidikan tentang Islam mulai berkembang di pesantren-pesanten Islam. Sebenarnya, sistem pesantren telah berkembang sebelum Islam masuk ke Indonesia dimana pada saat itu pesantren telah menjadi tempat pendidikan dan pengajaran agama Hindu. Setelah masuknya Islam, maka mata pelajaran dan proses pendidikan di pesantren pun berubah menjadi pendidikan Islam. Pesantren menjadi sebuah asrama tradisional pendidikan Islam dimana siswa tinggal bersama untuk belajar ilmu keagamaan di bawah bimbingan guru yang disebut Kiai.
4) Kehidupan masyarakat Indonesia di masa Islam di bidang sastra dan bahasa
Tidak adanya sistem kasta dalam Islam membuat persebaran bahasa Arab lebih cepat dibandingkan persebaran bahasa Sanskerta. Mengapa demikian? karena semua orang mulai dari Raja hingga rakyat jelata dapat mempelajari bahasa Arab. Walaupun pada mulanya memang hanya kaum bangsawan yang pandai menulis dan membaca huruf dan bahasa Arab, namun selanjutnya, rakyat kecil pun mampu membaca huruf Arab. Dalam perkembangannya, pengaruh huruf dan bahasa Arab terlihat pada karya-karya sastra. Bentuk karya sastra yang berkembang pada masa kerajaan-kerajaan Islam antara lain: hikayat, babad, dan syair.
5) Kehidupan masyarakat Indonesia di masa Islam di bidang arsitektur dan kesenian
Islam telah memperkenalkan tradisi baru dalam teknologi arsitektur seperti masjid dan istana. Ada perbedaan antara masjid- masjid yang dibangun pada awal masuknya Islam ke Indonesia dan masjid yang ada di Timur Tengah. Masjid di Indonesia tidak memiliki kubah di puncak bangunan. Kubah digantikan dengan atap tumpang atau atap bersusun. Jumlah atap tumpang itu selalu ganjil, tiga tingkat atau lima tingkat serupa dengan arsitektur Hindu. Contohnya, Masjid Demak dan Masjid Banten. Islam juga memperkenalkan seni kaligrafi yaitu suatu seni menulis aksara indah yang merupakan kata atau kalimat. Teks-teks dari Al-Quran merupakan tema yang sering dituangkan dalam seni kaligrafi ini. Media yang sering digunakan adalah nisan makam, dinding masjid, mihrab, kain tenunan, kayu, dan kertas sebagai pajangan.